Rahasia Tawar Menawar

Sekarang tepat jam 12.45 malam dan gue berencana untuk cerita ” real story “ke kalian tentang pengalaman gue soal tawar menawar, jadi gini ceritanya..

Alkisah ketika gue sedang menonton TV di ruang tengah bersama kakak perempuan gue tiba-tiba masuklah seekor burung ke ruang tamu gue, waktu itu gue gak ngerti apa-apa soal burung (selain burung punya gue tentunya) termasuk jenis dan namanya (jenis sama nama kan sama aja !).Burung tersebut duduk di bangku ruang tamu gue,tunggu.. gue bayanginnya serem ada burung bisa duduk, oke ganti aja, burung tersebut bertengger di kursi ruang tamu rumah gue dan ketika gue menyadari kehadirannya, seketika itu pula secara perlahan gue dan kakak gue menutup semua pintu, jendela dan hati (waktu itu gue lagi patah hati ceritanya) yang ada di rumah sehingga burung tersebut telah kehilangan semua peluang yang ia miliki untuk kembali dengan selamat ke kampung halamannya.

Setelah menyusun rencana dengan matang, gue dan kakak perempuan gue sepakat untuk menangkap burung tersebut dengan menggunakan tudung nasi (itu loh yang buat nutupin makanan di meja biar gak kena lalat dan sejenisnya) paling besar yang ada dirumah, waktu itu gue menghindari kontak langsung anggota tubuh gue dengan si burung karna untuk jaga-jaga apabila burung tersebut memiliki ‘bisa’ yang mematikan!

Dengan ancang-ancang yang matang burung tersebutpun berhasil gue tangkap tanpa ada perlawanan berarti, tentunya setelah 2 kali penangkapan sebelumnya yang gagal karna gue yang berusaha menghindari ‘bisa’ yang disemburkan oleh burung tersebut.Usut punya usut ternyata burung tersebut adalah burung murai batu, buat yang tau jenis burung ini pasti tau kalo harga ini burung lumayan mahal, maka dari itu gue beliin si burung murai itu sangkar yang besar supaya ekornya yang panjang gak rusak karna benturan.

Seminggu dua minggu terlewati dan burung tersebut mulai bersiul yang ternyata siulannya benar-benar indah, setelah gue perhatiin dengan seksama ternyata di kaki burung murai tersebut ada semacam cincin plat besi bernomor yang setelah gue selidiki ternyata merupakan kode asal,jenis dan kontes yang pernah di menangin burung tersebut, tetapi walaupun itu murai gue pajang tiap hari di teras rumah, tetap aja gak ada satu orangpun yang datang ke gue buat nyari burung yang lepas.(bang ini cerita tentang tawar menawar atau sejarah burung peliharaan lo?)

Hingga suatu hari 2 orang pria tak dikenal datang ke rumah buat nanyain soal burung gue (burung murai ya, bukan burungnya gue), tetapi mereka bukan nanyain soal burung hilang melainkan harga burung murai tersebut!gue cukup yakin kalo gue gak nempelin tulisan “jual burung” di sangkar burung dan di pager rumah gue!emang ada tulisan “jual” sih tapi itu dirumah tetangga gue, dan yang dijual itu tabung gas buat perang petasan pas lebaran, bukan burung!akan tetapi 2 pria tersebut tetap kekeh nawarin harga buat si murai dan terpaksa gue (orang tua gue maksudnya) tolak karena barang tersebut merupakan barang temuan!

Anehnya, burung yang gue tolak buat dijual tersebut mati beberapa hari kemudian karna diserang tikus,dan hal ini mengingatkan gue akan kalimat mitos di masyarakat yang berbunyi “barang kalau udah ditawar mahal terus ditolak biasanya kalau gak barangnya rusak ya hilang”, yang kebetulan juga kalimat ini baru gue denger beberapa minggu setalah wafatnya si murai yang gue beri nama “sa-murai” di akhir hayatnya (biar ada tulisan di papan nisannya makanya gue kasih nama).

Hikmah yang bisa di ambil adalah ketika kalian kedatangan seseorang yang tidak dikenal di rumah yang secara sepihak menawar harta benda yang kalian miliki, maka alangkah baiknya jika kalian mencatat data lengkap orang tersebut seperti nama, alamat rumah, nomer hape, nomer sepatu dan sejenisnya agar jika hal yang gue ceritakan sebelumnya terjadi, lo bisa samperin rumah orang tersebut dan tawar segala hal yang orang tersebut miliki!lo bisa mulai dari nawar harga rumahnya, terus lo tawar juga harga kendaraannya dan jangan lupa buat nawarin dia pekerjaan baru!

oke sekian dari gue, sampe ketemu lagi.

Iklan

Penulis:

gue cuma anak manja yang lagi gak ada kerjaan

Satu tanggapan untuk “Rahasia Tawar Menawar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s